Tahukah anda jika kemasan pada suatu produk mampu membangun ekuitas merek serta menaikkan jumlah penjualan ?
Dengan kemasan produk yang baik, bagus dan juga unik akan membuat konsumen merasa tertarik dengan produk yang dijual. Rasa ketertarikan itu akan menjadi sebuah kemungkinan untuk konsumen membeli produk tersebut.
Kemasan adalah bagian pertama yang akan terlihat oleh mata konsumen. Oleh sebab itu, mendesainnya dengan benar menjadi hal yang penting. Konsumen jelas akan lebih menaruh perhatiannya pada tampilan yang terlihat baik, bagus dan unik daripada tampilan yang asal-asalan. Karena dari tampilan kemasan itu yang akan menjadi daya tarik konsumen.
Pengertian Kemasan Produk
Secara umum, kemasan adalah desain kreatif yang di dalamnya berisi bentuk, struktur, warna, citra hingga tipografi dari sebuah produk. Desain ini dibuat agar produk memiliki kelayakan untuk diperjual belikan. Jika desain dari kemasan produk dirancang dengan benar, konsumen akan berpikir jika produk kita layak untuk dibeli.
Menurut Kotler dan Keller, kemasan adalah kegiatan merancang atau membuat wadah atau bungkus dengan desain tertentu yang akan digunakan untuk membungkus produk. Sedangkan menurut Klimchuk dan Krasovec, kemasan merupakan desain kreatif yang dijadikan sebagai pembukus, pelindung, serta alat identifikasi sebuah produk. Pengertian dari Klimchuk ini didasarkan dari sisi fungsinya.
Jadi, selain sebagai visual luar produk yang dikemas dengan baik mampu menarik perhatian konsumen, kemasan produk juga berguna untuk melindungi isi utama dari produk yang dijual agar tidak rusak. Bentuk yang bagus dan berkualitas akan mampu menjaga isi dari produk anda. Seperti misalnya produk makanan, maka tidak akan mudah melempem, busuk, atau tidak terkontaminasi bakteri yang berbahaya.
Fungsi dari Kemasan Produk
1. Untuk Mewadahi Produk
Fungsi pertamanya adalah untuk mewadahi produk. Jika dirancang dengan benar dan rapi akan membantu mengurangi resiko dari barang yang terpencar dan hilang selama berada dalam proses pengiriman. Dengan begitu perannya sebagai wadah bagi produk menjadi faktor yang sangat penting.
2. Untuk Melindungi dan Mengawetkan Produk
Kemasan menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk melindungi produk dari kerusakan. Jika produk yang anda jual berupa pangan, maka unsur ini mampu melindungi dan menjaga produk dari zat-zat buruk yang tidak diinginkan mencemari produk anda. Seperti menyebabkan pembusukan kecacatan akibat tergores benda lain, hancur, dan lain-lain.
3. Sebagai Identitas Produk
Membuat desain yang bagus dan unik tentu akan mampu menarik perhatian konsumen. Dalam desain kemasan yang dibuat mengandung unsur-unsur visual yang salah satunya adalah pencantuman merek. Oleh karena itu, desain yang mampu menarik atensi konsumen akan membuat merek anda lebih membekas dalam benak mereka.
4. Meningkatkan Efisiensi
Produk yang sudah berada dalam kemasan akan lebih mempermudah anda dalam membuat kalkulasi dari modal biaya operasional dengan harga jual secara cepat dan tepat. Lain halnya jika produk anda masih terpecah-belah sebagai bahan mentah dan bahan pendukung yang mana malah akan mempersulit anda untuk menghitung kalkulasi modal dan jumlah keuntungan dari produk.
5. Melindungi dari Pengaruh Produk Lain
Saat proses pengiriman barang menuju konsumen dan distributor sedang berlangsung, ada kemungkinan jika produk anda berada pada satu tempat yang sama dengan produk dari merek lain. Belum lagi jika jenis produk tersebut berbeda dengan produk anda. Misalnya merek anda berupa produk makanan sedangkan merek lain berupa produk yang mengandung zat kimia. Kemasan produk akan melindungi produk anda dari terjadinya kontaminasi.
6. Untuk Memberikan Nilai Produk yang Berbeda
Kemasan yang rapi dengan desain yang bagus memiliki fungsi sebagai nilai tambah di mata konsumen dibandingkan dengan produk yang tidak menggunakannya. Hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri dari produk. Konsumen akan lebih suka memesan produk atau barang dengan yang bisa meyakinkan diri mereka (calon pembeli) untuk melakukan pembelian saat pertama kali melihatnya.
Konsultasikan kebutuhan mesin pengemasan dan plastik kemasan anda bersama Hexapack, karena Hexapack tidak hanya menjual tapi juga sebagai konsultan yang mengedepankan agar produk anda di kemas dengan baik dan menarik di pasarnya.
1. Physical Production
Kemasaan akan bermanfaat untuk melindungi produk anda dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh iklim buruk, getaran, guncangan, tekanan dan faktor-faktor lainnya.
2. Barrier Protection
Selain melindungi produk dari kerusakan atau kecacatan fisik, kemasan yang baik juga berguna untuk melindungi produk dari adanya hambatan oksigen, uap, air, debu dan lain-lain. Dengan begitu produk anda akan selalu terlihat baru dan baik saat konsumen membukanya.
3. Containment or Agglomeration
Manfaat ketiga adalah untuk mengelompokkan jenis produk. Bentuknya dari berbagai jenis produk yang ada tentu akan memiliki perbedaan. Seperti untuk produk pangan dan produk yang banyak mengandung zat kimia jelas akan berbeda. Dengan begitu kemasaan akan sangat membantu pihak terkait untuk mengelompokkan produk dengan jenis yang sesuai.
4. Information Transmission
Suatu kemasan yang layak biasanya akan mencantumkan tentang informasi produk yang menjelaskan bagaimana cara penggunaan transportasi, daur ulang juga cara membuang yang baik dan benar untuk mengurangi resiko terjadinya pencemaran.
5. Reducing Theft
Untuk mencegah terjadinya tindak pencurian barang, kemasan pada produk akan menjadi salah satu cara tak langsung yang berguna untuk pihak distributor melakukan identifikasi dengan memeriksa apakah ada kerusakan fisik pada kemasan?
6. Convenience
Salah satu faktor yang mampu meningkatkan kenyamanan, distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penutup, penggunaan dan lain sebagainya adalah dengan adanya kemasan.
7. Marketing
Seperti yang dijelaskan tentang fungsinya, desain dan label kemasan yang unik dan bagus berguna untuk mempromosikan produk secara tidak langsung hingga mampu menarik perhatian konsumen juga menjadi salah satu dari faktor penyebab adanya keputusan pembelian.
1. Berdasarkan struktur isi
Jenis kemasan produk berdasarkan struktur isi terdiri dari tiga kategori, yaitu:
Kemasan primer, yaitu yang menjadi wadah langsung dari produk, khususnya kemasan untuk produk makanan. Contohnya adalah kaleng sarden, botol minum dsb.
Kemasan sekunder, yang berfungsi untuk melindungi produk yang sudah memiliki kemasan primer. Contohnya adalah kotak kardus, peti kayu, dsb.
Kemasan tersier, yang berfungsi untuk melindungi produk selama proses pengiriman berlangsung.
2. Berdasarkan frekuensi pemakaian
Jenis kemasan berdasarkan frekuensi pemakaiannya juga terdiri dari tiga kategori, yaitu:
Kemasan disposable, digunakan khusus untuk sekali pemakaian. Jenis ini tidak dianjurkan dan bahkan ada juga yang tidak boleh lagi digunakan untuk kedua kalinya seperti bahan plastik, daun pisang, kertas, dsb.
Kemasan multi trip, merupakan bentuk yang boleh digunakan berkali-kali oleh konsumen atau bisa dikembalikan kepada agen penjual untuk digunakan lagi seperti, galon air, botol kaca saus, dsb.
Kemasan Semi Disposable, tidak dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk hal lain seperti, kaleng biskuit.
3. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai
Jenis kemasan ini terdiri dari dua kategori, yaitu:
Kemasan siap pakai, yang berarti bisa langsung digunakan untuk mengemas produk. contohnya adalah kaleng dan botol.
Kemasan siap dirakit bisa digunakan untuk mengemas produk setelah dirakit terlebih dahulu seperti, kertas kemas, aluminium foil, dsb.
Bahan kemasan
Untuk membuat sebuah kemasan pada produk anda, bahan yang digunakan haruslah disesuaikan dengan jenis produk yang akan dijual. Tidak boleh asal dan sembarangan. Bahan yang tidak sesuai dengan produk akan memberikan pengaruh yang buruk. Contoh sederhananya ada pada produk minuman tidak akan bisa menggunakan kertas biasa. Adapun bahan yang bisa gunakan, yaitu:
Gelas
Bahan ini bersifat mudah pecah dan transparan sehingga tidak cocok untuk digunak pada produk yang tidak tahan jika harus bersentuhan dengan sinar ultraviolet secara langsung.
Metal
Bahan ini biasanya dibuat dari alumunium; cocok untuk digunakan pada produk yang membutuhkan tekanan udara guna mendorong keluar produk dari kaleng kemasan.
Kertas
sifat dari kertas adalah tidak tahan air dan lembab sehingga bisa dikatakan jika bahan dengan jenis ini mudah rusak. Oleh karena itu, kertas amat sangat tidak cocok digunakan untuk produk yang memiliki tingkat kelembaban dan kadar air yang tinggi.
Plastik
Bentuk dari bahan plastik biasanya berupa film, kantong, wadah dan bentuk lain seperti botol kaleng, toples dan kotak. Bahan ini banyak digunakan karena biaya yang harus dikeluarkan untuk ongkos produksinya terbilang murah. Sifat dari plastik ini juga mudah dibentuk dan dimodifikasi.
Dikutip dari CNBC Indonesia - Resesi ekonomi menjadi hantu menyeramkan bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Ekonomi dunia saat ini memang sedang baik-baik saja, terutama selepas pandemi Covid-19 mereda.
Melihat laporan perkembangan ekonomi global yang mengkhawatirkan, semakin sadar bahwa jurang krisis dan resesi ada di depan mata.
Komoditas energi yang melesat membuat inflasi melambung tinggi. Panasnya inflasi bikin bank sentral dunia memutuskan mengetatkan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga. Pada akhirnya, ini dianggap sebagai pemantik resesi.
Lantas, apa itu resesi ekonomi? Berikut pengertian, penyebab, dan dampak resesi ekonomi.
Pengertian Resesi Ekonomi
Resesi ekonomi diartikan sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Resesi ekonomi bisa memicu penurunan keuntungan perusahaan, meningkatnya pengangguran, hingga kebangkrutan ekonomi.
Secara umum, resesi terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif dua kuartal beruntun. Pada 2020 lalu dunia mengalami resesi akibat pandemi Covid-19, menyebabkan berkurangnya lapangan kerja dan banyak pegawai dirumahkan. Tanpa aktivitas dan mobilitas manusia, roda ekonomi pun macet.
Penyebab Resesi Ekonomi
Resesi ekonomi ditandai dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua kuartal beruntun. Penyebab terjadinya resesi adalah hal-hal terkait ekonomi dan teknologi yang saling berkaitan. Berikut penjelasan lengkap penyebab resesi ekonomi:
Guncangan Ekonomi
Guncangan ekonomi yang mendadak, seperti pandemi Covid-19 merupakan salah satu penyebab resesi ekonomi. Ini ditandai dengan lemahnya daya beli akibat kesulitan finansial.
Selain resesi, guncangan ekonomi juga bisa menyebabkan berbagai masalah ekonomi serius, seperti tumpukan utang. Utang yang banyak membuat biaya pelunasannya meninggi, bahkan hingga sampai ke titik tidak mampu melunasinya lagi.
Inflasi
Penyebab resesi ekonomi selanjutnya adalah inflasi. Pada 2020 lalu dunia mengalami resesi akibat pandemi Covid-19, sekarang resesi terjadi karena tingginya inflasi akibat harga komoditas energi yang melesat.
Inflasi merupakan kondisi naiknya harga barang dan jasa selama periode tertentu. Inflasi yang berlebihan membuat daya beli masyarakat melemah. Di lain sisi, produksi barang dan jasa bakal menurun. Ini masuk dalam kategori berbahaya karena akan memicu pengangguran, kemiskinan, dan berujung pada resesi.
Tingginya Suku Bunga
Inflasi yang melambung membuat bank sentral menaikkan suku bunganya. Masalahnya, dua hal tersebut diperparah dengan daya beli yang mulai lesu dan bakal menjadi pemantik resesi.
Suku bunga yang tinggi berfungsi untuk melindungi nilai mata uang, tapi ini akan membebani debitur dan menyebabkan kredit macet. Jika terjadi secara besar-besaran, perbankan bisa kolaps.
Deflasi
Tak hanya inflasi, deflasi juga bisa menyebabkan resesi ekonomi. Deflasi ditandai dengan turunnya harga barang atau jasa. Sekilas deflasi bisa meningkatkan daya beli masyarakat, tapi jika terjadi berlebihan akan merugikan penyedia barang dan jasa.
Penurunan harga terus-menerus bisa membuat konsumen menunda pembelian dan menunggu hingga nominal terendah. Jika ini terjadi, daya beli justru melemah dan aktivitas produksi berkurang. Ketika individu dan unit bisnis berhenti mengeluarkan uang, ekonomi bakal rusak.
Gelembung Aset Pecah
Gelembung aset juga menjadi salah satu penyebab resesi ekonomi. Fenomena gelembung aset biasanya terjadi di pasar saham dan properti. Investor mengambil keputusan gegabah yang akhirnya merusak pasar.
Mereka membeli banyak saham atau menumpuk properti dengan spekulasi bahwa harganya akan terus naik di masa depan. Namun, gelembung aset itu bakal ramai-ramai dijual ketika kondisi ekonomi sedang berantakan atau disebut panic selling. Jika ini terjadi, resesi ekonomi bakal makin dekat.
Perkembangan Teknologi
Penyebab resesi ekonomi tak hanya dari sektor ekonomi secara langsung, tapi juga berkaitan dengan teknologi. Adanya revolusi industri dikhawatirkan membuat Artificial Intelligence (AI) dan robot akan menggantikan banyak pekerjaan manusia. Jika ini terjadi, banyak pekerja yang berpotensi menjadi pengangguran dan resesi tak terhindarkan.