GADHUL BASHAR memiliki beberapa arti yaitu menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan. Adapun secara istilah, gadhul bashar adalah menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata'ala. Para ulama tafsir, antara lain Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa gadhul bashar bertujuan agar manusia tidak mengumbar penglihatan, tidak 'menikmati' pandangan terhadap perempuan atau laki-laki lain atau perhiasannya yang dapat menimbulkan fitnah bagi laki-laki atau perempuan yang memandangnya. Perintah menjaga pandangan ini berlaku untuk perempuan dan laki-laki. IKHTILAT secara umumnya membawa maksud : percampuran antara dua janitadi satu-satu tempat. Ia adalah satu perkara yang sering berlaku dalam kehidupan seharian kita. Ia boleh berlaku di pasar, jalan raya, ketika sholat berjamaah di masjid, ketika tawaf disekitar ka'bah, ketika wukuf di Arafah, ketika melontar jumroh dan sebagainya. Ikhtilat pada asalnya dibolehkan oleh syara', tetapi dengan beberapa syarat. Jika tidak, maka sulitlah kehidupan manusi seharian. Namun begitu, kita perlulah membedakan antara ikhtilat yang dibenarkan dan khulwah yang diharamkan. Ikhtilat, sebagaimana yang telah kita sebutkan tadi, hukum asalnya adalah mubah (harus) bagi memudahkan kehidupan manusia. Tiada halangan padanya kecuali jika ia membawa perkara yang haram. Sementara khulwah pula, ia bermaksud : percampuran antara laki-laki dan perempuan yang ajnabi (boleh dikawini) disesuatu tempat tanpa ditemani oleh mahram perempuan tersebut. Hukum asal bagi khulwah ini adalah Haram, kecuali pada perkara yang darurat. Tujuannya adalah untuk mengelak daripada berlakunya fitnah. penjelasan video berasal dari : @tokdalangmuu #storyislam#hijrah_istiqomah#dakwah_islam#quotesislam#quotesislamic#islam#islamic#pandangan#akhwan#ukhti#hijrah#santrihijrah👳🏼♀️🇸🇦#islamic_video#fypp#foryou